Tampilkan postingan dengan label research in motion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label research in motion. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 September 2013

Sejarah BlackBerry (V): Misteri Masa Depan BlackBerry: Dijual atau Bentuk BBM Inc?


Setelah mengalami masa sulit, Research in Motion kemudian berganti nama menjadi BlackBerry. Langkah ini dilakukan sebagai penyegaran dan rebranding, karena nama RIM sudah kadung identik dengan keterpurukan. Dengan dua perangkat baru berbasis BlackBerry 10, yaitu Z10 dan Q10, sepertinya memang menyiratkan harapan bagi perusahaan asal Kanada itu.

Selasa, 03 September 2013

Sejarah BlackBerry (IV): Terpuruk, RIM Coba Bangkit dengan BlackBerry 10 dan Rebranding



Kehadiran iPhone yang dirilis Apple pada 2007 tak bisa dipungkiri memang menjadi momentum menurunnya popularitas BlackBerry di beberapa tahun berikutnya, seperti dibahas di edisi sebelumnya. Sejumlah media bahkan menyebut iPhone sebagai "pembunuh BlackBerry". Co-CEO Research in Motion Jim Balsillie ketika itu berusaha yakin BlackBerry akan bertahan. Tapi Balsillie tetap menyiratkan kekhawatiran.

Senin, 02 September 2013

Sejarah BlackBerry (III): Pesona BlackBerry Pudar, iPhone dan Jaringan Buruk Jadi Penyebab



Research in Motion memang menjadi perusahaan raksasa berkat smartphone BlackBerry yang dirilisnya. Tapi bukan berarti RIM dan BlackBerry tak mengalami hambatan. Terdapat pula sejumlah hambatan dan tantangan yang menjadi ancaman bagi RIM. Berbagai kendala ini sempat membuat RIM terancam berhenti beroperasi. Selain itu, ada juga masalah yang menjadi penyebab turunnya penjualan BlackBerry di masa berikutnya.

Jumat, 30 Agustus 2013

Sejarah BlackBerry (II): RIM Meroket, Invasi BlackBerry Dimulai


Di fase awal perjalanan perusahaan, duet maut Mike Lazaridis dan Jim Balsillie memang sukses dalam memasarkan pager dan perangkat berbasis wireless. Hingga kemudian Research in Motion pun membuka penawaran saham publik dan terdaftar ke Bursa Saham Toronto pada 1998 dengan nama RIM. Tapi bukan berarti pengembangan perangkat tidak dilakukan.

Sejarah BlackBerry (I): Cikal-bakal BlackBerry, Memulai dari Pager dan Perangkat Wireless


Di Indonesia nama BlackBerry tentu terdengar sangat familiar. Dengan nama yang menghadirkan kesan segar seperti buah, BlackBerry sukses menghadirkan tren perangkat komunikasi. Identik dengan tombol keyboard  fisik qwerty dan identik sebagai perangkat penunjang kerja para eksekutif muda, BlackBerry berhasil mendapatkan predikat 'produk sejuta umat' di Indonesia, menggantikan Nokia.

Dalam seketika, BlackBerry menjadi perangkat yang sepertinya dimiliki tiap masyarakat kota besar di Indonesia. Setidaknya ada tiga nomor yang sering ditanya dan identik dengan identitas seseorang: Nomor KTP, nomor telepon, dan nomor PIN BlackBerry.

Sekarang nama BlackBerry memang meredup. Popularitasnya mulai kalah dari iPhone yang diproduksi Apple atau smartphone dengan sistem operasi Android yang dikembangkan Google. Tapi bagaimanapun juga BlackBerry memiliki perjalanan panjang, seperti halnya pepatah lama tentang kota Roma: tak dibangun dalam semalam. Tentu saja perjalanan yang menarik untuk ditelusuri.

Berikut merupakan perjalanan BlackBerry: Dengan segala pasang-surutnya, dengan beraneka kisah yang menjadi tonggak bersejarah perjalanan perusahaan teknologi asal Kanada yang sempat menghentak dunia.

Identitas Pembeda (Baru) itu Bernama Gadget

photo: Guardian

Masa lalu BlackBerry sepertinya penuh diwarnai kesombongan. Saat iPhone pertama kali diperkenalkan pada 2007 silam, Mike Lazaridis, CEO Research in Motion saat itu (selaku produsen BlackBerry), meremehkan kehadiran iPhone.

Lazaridis sendiri sebenarnya sedang menanggapi optimisme pendiri Apple, Steve Jobs. Dengan yakin Steve Jobs pernah berkata bahwa Apple memiliki visi akan mengubah ponsel layaknya komputer dan menyingkirkan popularitas BlackBerry.

Mendengar ucapan Steve Jobs itu, Lazaridis malah mempertanyakan apa yang sudah dicapai Apple di pasaran. "Berapa yang dimiliki Apple di pasaran? Jelas kecil," ucap Lazaridis ketika itu, dilansir dari Gizmodo.